Lewati ke isi halaman
Finensia POS

Tiga kartu karyawan di dashboard yang bawaannya mati

Modul Karyawan punya tiga kartu di dashboard utama, dan ketiganya mati sejak akun dibuat. Akibatnya pemilik toko yang sudah memakai presensi tetap memeriksa kehadiran dengan membuka laporan dan menghitung barisnya satu per satu.

Tutorial ini menunjukkan cara menyalakannya, apa yang dihitung masing-masing, dan dua hal yang paling sering dibaca salah: kartu kehadiran yang tidak tahu siapa yang seharusnya masuk, dan kartu jam kerja yang melewati sesi tanpa absen pulang. Contohnya memakai data karangan.

Tiga tahapnya

  1. Nyalakan ketiganya lewat Sesuaikan 3 langkah
  2. Kehadiran Karyawan Harian dan Jam Kerja Karyawan Teratas 4 langkah
  3. Status Lembur Karyawan, dan cara memecah ketiganya per cabang 3 langkah

Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.

Tahap 1 dari 3

Nyalakan ketiganya lewat Sesuaikan

Ketiga kartu ini sudah ada sejak akunmu dibuat, tapi mati. Tidak ada apa pun di layar yang memberi tahu kartunya tersedia, jadi langkah pertamanya menyalakannya.

  1. Langkah 1Buka Dashboard, lalu tekan Sesuaikan

    Dashboard yang dimaksud yang paling atas di sidebar, bukan menu Karyawan. Tombol Sesuaikan di kepala halaman membuka daftar semua kartu yang tersedia untuk akunmu beserta saklar dan tombol naik turunnya.

    1. Menu Dashboard di paling atas
    2. Tombol Sesuaikan
  2. Langkah 2Cari tiga namanya di daftar

    Namanya Kehadiran Karyawan Harian, Status Lembur Karyawan, dan Jam Kerja Karyawan Teratas. Nyalakan yang memang kamu periksa. Kalau tokomu belum memakai lembur, dua yang pertama saja sudah cukup, dan dashboardmu tidak jadi panjang tanpa alasan.

    1. Kehadiran Karyawan Harian
    2. Status Lembur Karyawan
    3. Jam Kerja Karyawan Teratas
  3. Langkah 3Kartunya mengikuti modul dan izin, bukan keinginan

    Dua kartu kehadiran butuh modul Presensi hidup di outlet yang sedang terpilih, dan kartu lembur butuh modul Lembur. Kartu yang izinnya tidak dimiliki perannya tidak akan muncul di daftar Sesuaikan sama sekali. Jadi daftar yang isinya berbeda antara akunmu dan akun kepala tokomu bukan kerusakan.

    1. Kartu yang sudah tampil
    2. Pengalih outlet di kepala halaman
Tahap 2 dari 3

Kehadiran Karyawan Harian dan Jam Kerja Karyawan Teratas

Dua kartu ini membaca data presensi yang sama, tapi menghitungnya dengan cara yang berbeda. Perbedaan itu yang paling sering membuat orang menyangka angkanya salah.

  1. Langkah 4Baca Kehadiran Karyawan Harian sebagai jumlah orang per hari

    Tiap batang satu tanggal, dan tingginya jumlah orang yang absen masuk pada tanggal itu. Satu orang dihitung sekali walaupun dia absen masuk dua kali di hari yang sama. Tanggalnya mengikuti zona waktu outlet, jadi absen jam sebelas malam di cabang WIT tetap jatuh di tanggal cabang itu.

    1. Satu batang per tanggal
    2. Jumlah orang yang absen masuk
    3. Pemilih rentang tanggal kartu ini
  2. Langkah 5Kartu ini tidak tahu siapa yang seharusnya masuk

    Yang dihitung hanya orang yang benar-benar absen. Tidak ada pembanding jadwal di sini, jadi kartu ini tidak bisa menjawab siapa yang hari itu bolos. Dia menjawab pertanyaan lain yang juga berguna: hari apa tokomu dijaga paling sedikit orang. Bandingkan dengan jumlah orang yang kamu jadwalkan, dan selisihnya kamu hitung sendiri.

    1. Tanggal dengan orang paling sedikit
  3. Langkah 6Baca Jam Kerja Karyawan Teratas, sepuluh nama paling atas

    Daftarnya memuat paling banyak sepuluh orang, diurutkan dari jam kerja terbanyak di rentang itu, dan tiap baris menulis durasinya dalam jam dan menit. Angkanya dijumlahkan dari selisih absen masuk dan absen pulang tiap sesi, bukan dari jadwal kerja.

    1. Baris paling atas, jam kerja terbanyak
    2. Durasi dalam jam dan menit
    3. Tautan Lihat Laporan
  4. Langkah 7Sesi tanpa absen pulang tidak dihitung sama sekali

    Sesi yang absen pulangnya kosong dilewati, bukan dihitung sampai tengah malam. Akibatnya orang yang sering lupa absen pulang terlihat paling sedikit jam kerjanya, dan orang yang tidak pernah absen pulang tidak muncul di daftar ini walaupun dia masuk tiap hari. Ini kartu teratas, bukan kartu penggajian: untuk gaji, buka laporannya lewat tautan Lihat Laporan di dasar kartu.

    1. Baris dengan jam kerja yang terlihat terlalu kecil
Tahap 3 dari 3

Status Lembur Karyawan, dan cara memecah ketiganya per cabang

Kartu terakhir membaca pengajuan lembur, bukan presensi. Dia yang paling cepat memberi tahu kalau ada pengajuan yang menumpuk menunggu keputusanmu.

  1. Langkah 8Baca tiga potongannya: Menunggu, Disetujui, Ditolak

    Lingkarannya membagi pengajuan lembur menurut statusnya. Yang dihitung pengajuannya, bukan jam lemburnya, jadi satu pengajuan delapan jam dan satu pengajuan satu jam sama besar di kartu ini. Potongan Menunggu yang perlu kamu urus, dan halaman keputusannya ada di menu Persetujuan Lembur.

    1. Potongan Menunggu
    2. Potongan Disetujui
    3. Potongan Ditolak
  2. Langkah 9Rentang tanggalnya mengikuti jam mulai lemburnya

    Sebuah pengajuan masuk ke rentang ini kalau jam mulai lemburnya ada di dalam rentang itu, bukan kalau pengajuannya dibuat atau disetujui di rentang itu. Jadi pengajuan yang diajukan hari ini untuk lembur minggu depan tidak akan muncul di rentang hari ini.

    1. Pemilih rentang tanggal
    2. Jumlah pengajuan di rentang itu
  3. Langkah 10Selama belum memilih outlet, ketiganya bisa dipecah per cabang

    Kalau pengalih outlet masih di semua outlet, ketiga kartu ini punya tombol Per Outlet yang memisahkan angkanya per cabang. Itu cara tercepat melihat cabang yang kehadirannya paling tipis atau yang lemburnya paling sering. Begitu kamu memilih satu outlet, kartunya hanya memuat outlet itu dan tombolnya tidak diperlukan lagi.

    1. Tombol Semua Outlet
    2. Tombol Per Outlet
    3. Angka per cabang

Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa kartunya mati secara bawaan?

Karena tidak semua toko memakai presensi dan lembur. Dashboard yang sejak awal penuh kartu yang tidak terpakai membuat kartu yang penting ikut terlewat. Yang menyalakan kamu, sesuai yang memang kamu periksa.

Saya sudah nyalakan, tapi kartunya tidak muncul.

Periksa outlet yang sedang terpilih di pengalih outlet. Dua kartu kehadiran butuh modul Presensi aktif di outlet itu, dan kartu lembur butuh modul Lembur. Kalau modulnya sudah benar, periksa izin kartunya di peran akun yang kamu pakai.

Kehadiran Karyawan Harian saya terisi, tapi Jam Kerja Karyawan Teratas kosong.

Itu tanda karyawanmu absen masuk tapi tidak absen pulang. Kartu jam kerja hanya menghitung sesi yang kedua ujungnya terisi, jadi tanpa absen pulang tidak ada durasi yang bisa dijumlahkan. Biasakan absen pulang, atau pakai Laporan Kehadiran untuk melihat sesi yang menggantung.

Bisakah kartu ini memperlihatkan siapa yang datang terlambat?

Belum bisa. Ketiga kartu ini tidak membandingkan presensi dengan jadwal kerja, jadi tidak ada angka terlambat di sini. Yang tersedia jam absen masuk tiap orang di Laporan Kehadiran, dan telat atau tidaknya kamu nilai sendiri dari jam itu.

Satu orang absen masuk dua kali dalam sehari. Dia dihitung dua?

Tidak di kartu kehadiran harian, karena yang dihitung jumlah orang, bukan jumlah absen. Di kartu jam kerja kedua sesinya dijumlahkan, asal masing-masing punya absen pulang.

Kartu lembur saya menyebut angka yang berbeda dengan halaman Persetujuan Lembur.

Periksa rentang tanggalnya. Kartu ini hanya memuat pengajuan yang jam mulai lemburnya ada di dalam rentang kartu, sedangkan halaman persetujuan memuat semua yang belum diputuskan tanpa memandang tanggal. Pengajuan untuk minggu depan ada di halaman itu, tapi belum ada di kartu hari ini.

Apakah karyawan bisa melihat kartu ini?

Hanya kalau perannya diberi izin kartu itu, dan dia tetap harus menyalakannya sendiri di akunnya. Karyawan tanpa izin tidak menemukan namanya di daftar Sesuaikan.

Kenapa namanya Teratas, bukan daftar semua karyawan?

Karena isinya dibatasi sepuluh baris paling atas supaya kartunya tetap bisa dibaca sekilas. Untuk daftar lengkap seluruh karyawan beserta tiap sesinya, pakai tautan Lihat Laporan di dasar kartu.

Nyalakan yang kehadiran harian dulu

Buat akun gratis tujuh hari, nyalakan modul Presensi di outletmu, minta karyawan absen masuk dan pulang selama seminggu, lalu nyalakan kartu Kehadiran Karyawan Harian. Satu kartu itu sudah mengganti kebiasaan membuka laporan tiap pagi hanya untuk menghitung siapa yang masuk.