Dashboard Penjualan: sepuluh kartu dan apa yang sebenarnya dihitung
Modul Penjualan punya halaman dashboard sendiri, terpisah dari dashboard yang ada di baris paling atas sidebar. Isinya sepuluh kartu yang semuanya membaca nota kasir, dan tiga di antaranya memberi angka yang tidak ada di laporan mana pun: rata-rata nota, persentase HPP, dan laba setelah pengeluaran kasir.
Untuk pemilik toko yang sudah berjualan beberapa minggu dan mulai menanyakan berapa yang tinggal, bukan lagi berapa yang masuk. Contohnya memakai data karangan: Kedai Kopi Rimbun dengan dua cabang.
Tiga tahapnya
- Mulai dari Ringkasan Penjualan dan Aktivitas Penjualan 4 langkah
- Struktur Biaya dan Insight Kinerja: untungnya berapa 4 langkah
- Metode Pembayaran dan empat grafik omzet 4 langkah
Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.
Mulai dari Ringkasan Penjualan dan Aktivitas Penjualan
Dua kartu teratas menjawab pertanyaan yang paling sering kamu bawa ke halaman ini: berapa yang masuk, dan dari berapa nota. Keduanya kartu angka, bukan grafik, jadi bisa dibaca sambil berdiri di depan kasir.
-
Langkah 1Buka menu Penjualan, lalu Dashboard
Menu Penjualan punya enam isian: Dashboard, Data, Laporan, Piutang, Riwayat Sesi Kasir, dan Saldo QRIS. Yang kamu buka sekarang Dashboard, dan isinya kartu khusus penjualan. Beda dengan Dashboard di baris paling atas sidebar, yang mencampur kartu dari semua modul.
- Menu Penjualan
- Isian Dashboard
- Judul halaman Dashboard Penjualan
-
Langkah 2Setel rentang tanggalnya di kartunya sendiri
Di halaman ini tidak ada satu filter periode untuk semua kartu. Tiap kartu punya pemilih tanggalnya sendiri di kepala kartu, dan bawaannya tujuh hari terakhir. Jadi kalau kamu mau membaca satu bulan, ganti rentangnya di tiap kartu yang kamu baca, bukan sekali di atas halaman.
- Pemilih rentang tanggal di kepala kartu
- Rentang bawaan tujuh hari terakhir
-
Langkah 3Baca tiga angka di kartu Ringkasan Penjualan
Total Penjualan menjumlahkan grand total semua nota di rentang itu, dan di bawahnya ada keterangan Dari outlet dengan modul kasir/POS. Dua tanda di sampingnya memecah angka itu: Langsung untuk nota tanpa pengiriman, dan Antar untuk nota yang punya ongkir atau alamat kirim. Tanda Antar hanya muncul kalau angkanya ada. Rata-rata Harian membagi total dengan jumlah hari di rentang, Rata-rata Nota membaginya dengan jumlah nota.
- Total Penjualan
- Tanda Langsung dan Antar
- Rata-rata Harian
- Rata-rata Nota
-
Langkah 4Baca lima angka di kartu Aktivitas Penjualan
Total Nota menghitung jumlah transaksi, Total Tamu menghitung orangnya, dan di bawah Total Tamu tertulis Dihitung dari counter tamu di kasir. Angka itu kosong kalau kasir tidak pernah menekan counter tamunya. Tamu / Hari membagi tamu dengan jumlah hari, Qty Terjual menjumlahkan barang yang keluar, dan Qty / Tamu memberi tahu berapa barang yang dibawa satu orang.
- Total Nota
- Total Tamu beserta keterangannya
- Tamu / Hari
- Qty Terjual
- Qty / Tamu
Struktur Biaya dan Insight Kinerja: untungnya berapa
Dua kartu berikutnya membandingkan penjualan dengan biayanya. Keduanya memakai ambang yang sudah ditetapkan aplikasi, dan ambang itu tertulis di kartunya supaya kamu tahu angkamu sedang diukur dengan apa.
-
Langkah 5Baca kartu HPP dan kartu biaya di sampingnya
Kartu HPP, yaitu harga pokok penjualan, memperlihatkan persentase modal barang terhadap total penjualan beserta rupiahnya, dengan ambang tertulis maksimal 50 persen. Kartu sampingnya berganti nama mengikuti sumber datanya: Pengeluaran Kasir kalau yang terbaca cuma pengeluaran dari laci kasir, atau OPEX (Beban) kalau tokomu memakai modul Keuangan dan bebannya terbaca dari jurnal. Ambangnya maksimal 10 persen.
- Persentase HPP
- Ambang maksimal 50 persen
- Kartu Pengeluaran Kasir atau OPEX (Beban)
- Ambang maksimal 10 persen
-
Langkah 6Kartu kelabu berarti belum dicatat, bukan hemat
Kalau HPP atau biayanya nol, kartunya dibuat kelabu dan tidak diberi centang. Itu disengaja: biaya nol rupiah hampir selalu berarti belum ada yang mencatatnya, bukan toko yang berjalan tanpa biaya. HPP nol biasanya karena harga beli produk belum pernah terisi, dan pengeluaran nol karena belum ada pengeluaran yang dicatat di kasir maupun di jurnal.
- Kartu kelabu tanpa centang
- Nilai nol rupiah
-
Langkah 7Baca kalimat di kartu Insight Kinerja Penjualan
Kartu ini menulis dua sampai tiga kalimat yang membaca angkamu sendiri, misalnya bahwa HPP-mu sehat di bawah target atau bahwa margin kotormu perlu perhatian. Kalimatnya dipilih dari persentase yang sudah dihitung di kartu sebelumnya, jadi tidak ada angka baru di sini.
- Daftar kalimat insight
- Kotak laba di bagian bawah
-
Langkah 8Perhatikan judul kotak laba, karena bisa berganti
Kotak hijau di bawah kalimat insight berjudul Laba Kotor kalau tidak ada pengeluaran kasir di rentang itu, dan berganti jadi Laba Setelah Pengeluaran Kasir begitu ada. Dua judul itu menghitung hal yang berbeda, jadi membandingkan angka minggu ini dengan minggu lalu tanpa melihat judulnya bisa menyesatkan.
- Judul Laba Kotor atau Laba Setelah Pengeluaran Kasir
- Nilai labanya
- Persentase margin
Metode Pembayaran dan empat grafik omzet
Sisanya menjawab dari mana dan kapan uangnya masuk. Satu kartu memecah menurut cara bayar, empat kartu memecah menurut waktu, dan dua di antaranya punya pemilih tanggal yang bentuknya berbeda.
-
Langkah 9Baca kartu Metode Pembayaran, termasuk dua baris QRIS
Tiap baris menyebut nama metodenya, jumlah nota yang memakainya, dan rupiahnya. Yang perlu kamu perhatikan, QRIS bisa muncul dua kali: QRIS Dinamis dengan keterangan QR per transaksi lewat Xendit, lunas otomatis, dan QRIS dengan keterangan QR milik toko, pembayaran dicek kasir. Keduanya sengaja tidak digabung karena jalannya memang berbeda.
- Nama metode
- Jumlah nota
- Baris QRIS Dinamis
- Baris QRIS milik toko
-
Langkah 10Penjualan Harian dan Penjualan per Jam
Penjualan Harian menjumlahkan omzet tiap tanggal di rentang yang kamu pilih, dan itu grafik yang paling cepat memperlihatkan hari yang kosong. Penjualan per Jam menjumlahkan omzet tiap jam, dan jamnya mengikuti zona waktu outlet, bukan zona waktu HP-mu. Keduanya memakai pemilih rentang tanggal biasa.
- Grafik Penjualan Harian
- Grafik Penjualan per Jam
-
Langkah 11Penjualan Bulanan dan Penjualan Tahunan punya pemilih sendiri
Dua kartu terakhir tidak dipilih per tanggal. Penjualan Bulanan memakai pemilih rentang bulan, Penjualan Tahunan memakai pemilih rentang tahun. Karena itu mengganti rentang tanggal di kartu lain tidak mengubah keduanya, dan itu memang perilakunya.
- Pemilih rentang bulan
- Grafik Penjualan Bulanan
- Pemilih rentang tahun
- Grafik Penjualan Tahunan
-
Langkah 12Kartu Pencapaian Target Penjualan selalu bulan dan tahun berjalan
Kartu target tidak ikut rentang mana pun: dia selalu membaca bulan dan tahun yang sedang berjalan. Kalau kartunya tidak ada di halamanmu, perannya belum diberi izin kartu itu. Izin melihat kartunya dan izin mengubah angka targetnya dua izin yang terpisah.
- Kartu Pencapaian Target Penjualan
- Pencapaian bulan berjalan
- Pencapaian tahun berjalan
Pertanyaan yang sering muncul
Bedanya halaman ini dengan Dashboard di paling atas sidebar?
Dashboard di paling atas mencampur kartu dari semua modul dan punya satu filter periode untuk semua kartu berentang harian, lalu susunannya bisa kamu atur sendiri. Dashboard Penjualan isinya hanya kartu penjualan, susunannya tetap, dan tiap kartu punya pemilih tanggalnya sendiri. Kartu yang sama bisa muncul di keduanya.
Total Penjualan di sini kenapa berbeda dari laporan penjualan?
Hampir selalu karena rentang tanggal atau outletnya tidak sama. Kartu ini bawaannya tujuh hari terakhir, sementara laporan penjualan memakai rentang yang kamu isi sendiri. Kalau keduanya kamu setel sama dan angkanya tetap berbeda, periksa outlet yang sedang terpilih: kartu ini hanya menghitung outlet yang punya modul kasir.
Total Tamu saya nol padahal jualannya jalan.
Total Tamu dihitung dari counter tamu di kasir, bukan dari jumlah nota. Kalau kasir tidak pernah menekan counter itu, angkanya nol dan Tamu / Hari serta Qty / Tamu ikut kosong. Jumlah notanya tetap terhitung di Total Nota, jadi yang hilang cuma hitungan orangnya.
HPP saya 0 persen. Berarti tidak ada modal?
Berarti harga beli produknya belum pernah terisi. Kartu HPP membaca harga beli rata-rata produk di outlet itu, dan produk yang stoknya masuk tanpa harga beli dihitung bermodal nol. Selama itu belum dibereskan, laba di kartu Insight Kinerja Penjualan juga lebih besar daripada kenyataannya.
Kenapa QRIS muncul dua baris di kartu Metode Pembayaran?
Karena ada dua jalur yang berbeda. QRIS Dinamis adalah QR yang dibuat per transaksi lewat Xendit, dan notanya lunas sendiri setelah pembayarannya dikabarkan masuk. QRIS tanpa kata Dinamis adalah metode buatanmu sendiri untuk QR statis milik toko, dan lunasnya ditekan kasir setelah dia mengecek sendiri. Menggabungkan keduanya akan menyembunyikan beda itu.
Saya ganti rentang tanggal, tapi grafik Penjualan Bulanan tidak berubah.
Memang tidak ikut. Penjualan Bulanan memakai pemilih rentang bulan dan Penjualan Tahunan memakai pemilih rentang tahun, keduanya terpisah dari pemilih tanggal di kartu lain. Ganti rentangnya di kepala kartu itu sendiri.
Halaman ini kosong dan cuma ada tulisan Akses Terbatas.
Perannya belum punya satu pun izin kartu penjualan. Buka Karyawan, lalu Roles, pilih perannya, dan nyalakan izin kartu yang memang boleh dia lihat. Tiap kartu izinnya sendiri, jadi kamu bisa memberi sebagian saja.
Angka di kartu ini bisa diunduh?
Tidak dari halaman ini. Kartu dashboard dibuat untuk dilihat sekilas. Untuk angka per nota yang bisa diunduh ke Excel, buka Penjualan, lalu Laporan, dan untuk angka per produk buka Produk, Laporan, Produk Terjual.
Isi harga belinya dulu, kartunya baru berguna
Buat akun gratis tujuh hari, catat beberapa penjualan dan satu produk masuk beserta harga belinya, lalu buka halaman ini. Angka omzet muncul sejak nota pertama, tapi persentase HPP dan labanya baru masuk akal setelah harga belinya terisi.