Target penjualan: tetapkan angkanya, pantau pencapaiannya
Angka penjualan tanpa pembanding cuma angka. Rp 42 juta bulan ini bagus atau tidak? Pertanyaannya tidak bisa dijawab halaman laporan, karena laporan hanya tahu yang sudah terjadi. Yang menjawabnya target yang kamu tetapkan sendiri di awal.
Tutorial ini untuk pemilik toko yang sudah berjalan beberapa bulan dan punya gambaran angka yang wajar. Contohnya memakai data karangan: Kedai Kopi Rimbun dengan dua cabang yang targetnya berbeda.
Tiga tahapnya
- Buka kartu Pencapaian Target Penjualan 3 langkah
- Tentukan angkanya, per toko dan per outlet 4 langkah
- Baca persentasenya tanpa salah paham 3 langkah
Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.
Buka kartu Pencapaian Target Penjualan
Kartunya satu, isinya dua lapis: pencapaian seluruh toko, lalu pencapaian tiap outlet di bawahnya. Selama targetnya masih nol, kartunya tetap tampil dengan omzet yang benar dan persentase nol, jadi kamu bisa melihat bentuknya dulu sebelum memutuskan angkanya.
-
Langkah 1Buka Penjualan, lalu Dashboard
Kartu Pencapaian Target Penjualan ada di halaman ini, selebar halaman, di antara kartu ringkasan di atasnya dan grafik omzet di bawahnya. Kalau kartunya tidak ada, perannya belum diberi izin Grafik Pencapaian Target Penjualan.
- Menu Penjualan, Dashboard
- Kartu Pencapaian Target Penjualan
-
Langkah 2Baca baris Keseluruhan dulu, baru baris outletnya
Baris paling atas pencapaian seluruh toko. Di bawahnya satu baris per outlet, diurutkan dari yang omzet bulan ini paling besar. Tiap baris memuat dua pasang angka: target bulan ini beserta persentasenya, dan target tahun ini beserta persentasenya.
- Baris Keseluruhan
- Baris per outlet
- Persentase bulanan
- Persentase tahunan
-
Langkah 3Kalau mau, taruh kartunya di Dashboard utama
Di Dashboard utama kartu ini mati secara bawaan, supaya halaman pembuka tidak langsung penuh. Nyalakan dari pengaturan susunan kartu di Dashboard, dan kartunya ikut muncul di sana setiap kali kamu membuka aplikasinya. Isinya sama dengan yang di Dashboard Penjualan.
- Pengaturan susunan kartu
- Kartu Pencapaian Target Penjualan
Tentukan angkanya, per toko dan per outlet
Dua angka per baris: bulanan dan tahunan. Keduanya kamu isi sendiri, dan tidak ada yang dihitung otomatis dari yang lain. Target toko bukan jumlah target outletnya, dan target tahunan bukan target bulanan dikali dua belas.
-
Langkah 4Tekan tombol gerigi di baris yang mau kamu isi
Tiap baris punya tombol gerigi sendiri: satu untuk Keseluruhan, satu untuk tiap outlet. Tombolnya hanya tampil kalau perannya punya izin Pengaturan Target Penjualan. Peran yang boleh melihat kartunya tapi tidak boleh mengubah angkanya memang tidak akan melihat tombol ini.
- Tombol gerigi baris Keseluruhan
- Tombol gerigi baris outlet
-
Langkah 5Isi Target Bulanan dan Target Tahunan
Dialog Atur Target Penjualan memuat dua kotak rupiah. Di bawah tiap kotak angkanya ditulis ulang dengan titik pemisah ribuan, jadi kamu bisa memastikan tidak ada nol yang kelebihan sebelum menyimpan. Judul kecil di atas kotaknya menyebut yang sedang kamu isi: Keseluruhan beserta nama tokomu, atau Outlet beserta nama cabangnya.
- Judul yang menyebut baris mana
- Target Bulanan
- Target Tahunan
- Tombol Simpan
-
Langkah 6Simpan, dan persentasenya langsung terhitung
Kartunya memuat ulang angkanya sendiri setelah disimpan. Persentase bulanan membandingkan omzet bulan kalender ini dengan target bulanan, dan yang tahunan membandingkan omzet tahun ini dengan target tahunan. Target nol membuat persentasenya nol, bukan tak terhingga.
- Target yang baru diisi
- Persentase pencapaiannya
-
Langkah 7Isi nol untuk mematikan target satu baris
Tidak ada tombol hapus target. Yang kamu lakukan mengisi nol, dan baris itu berhenti menuntut apa pun: omzetnya tetap tampil, persentasenya nol. Pakai ini untuk cabang yang baru buka dan belum masuk hitungan, atau cabang yang sedang tutup renovasi.
- Target yang diisi nol
- Omzet yang tetap terbaca
Baca persentasenya tanpa salah paham
Satu hal yang membuat orang mengira kartunya rusak: tanggal 3 persentasenya sepuluh persen, dan itu betul. Angka yang dibandingkan omzet yang sudah terjadi melawan target satu bulan penuh, bukan target sampai hari ini.
-
Langkah 8Awal bulan selalu terlihat jauh dari target, dan itu bukan kesalahan
Targetnya tidak dibagi per hari. Jadi di tanggal 10 dengan target Rp 60 juta, omzet Rp 20 juta tampil sebagai 33 persen, padahal sepertiga bulan baru lewat dan kamu sebenarnya tepat di jalur. Bandingkan sendiri dengan tanggalnya: lewat setengah bulan dengan pencapaian di bawah setengah target, itu baru pertanda.
- Persentase bulan berjalan
- Target satu bulan penuh
-
Langkah 9Angkanya kembali ke nol di tanggal 1, menurut jam outletmu
Omzet bulanan dihitung dari tanggal 1 sampai akhir bulan kalender, dan yang dipakai zona waktu outletnya, bukan jam server. Toko di Makassar berganti bulan pada tengah malam waktu Makassar. Penjualan yang masuk pukul setengah dua belas malam tanggal 31 masih masuk bulan lama.
- Omzet bulan berjalan
- Persentase yang ikut kembali ke nol
-
Langkah 10Yang dihitung nota lunas dan nota yang sudah dibayar sebagian
Yang masuk hitungan total nota, bukan laba. Nota yang lunas dan nota yang baru dibayar sebagian dihitung utuh, sementara pesanan pending yang belum dibayar sepeser pun belum dihitung. Nota yang kamu void keluar dari hitungan, jadi persentasenya bisa turun sendiri setelah pembatalan.
- Nota lunas
- Nota dibayar sebagian
- Pesanan pending yang belum dihitung
Pertanyaan yang sering muncul
Kartunya tidak ada di Dashboard Penjualan saya.
Perannya belum diberi izin Grafik Pencapaian Target Penjualan. Buka Pengaturan, lalu daftar peran karyawan, lalu peran yang kamu pakai, dan nyalakan izin itu. Izin melihat kartunya dan izin mengubah angkanya dua hal yang terpisah, jadi periksa keduanya.
Kartunya ada tapi tombol gerigi tidak ada.
Itu memang perilakunya untuk peran yang hanya boleh melihat. Yang kurang izin Pengaturan Target Penjualan. Pemisahan ini berguna: supervisor cabang boleh memantau pencapaiannya tanpa bisa menurunkan sendiri targetnya.
Kenapa persentasenya kecil padahal penjualan sedang bagus?
Karena yang dibandingkan omzet sejak tanggal 1 melawan target satu bulan penuh, tanpa dibagi menurut tanggal. Di tanggal 5 dari bulan 30 hari, berada di sekitar 17 persen berarti kamu tepat di jalur. Yang perlu diperiksa akhir bulan, bukan awalnya.
Target tahunan saya terisi tapi persentasenya tidak berubah sepanjang bulan.
Berubah, cuma pelan. Pembaginya omzet dua belas bulan, jadi satu bulan yang bagus hanya menambah beberapa persen. Target tahunan memang untuk dilihat sebulan sekali, bukan tiap hari.
Apakah target yang saya isi mempengaruhi perhitungan lain?
Tidak. Angka target hanya dipakai kartu ini untuk menghitung persentase. Dia tidak masuk laporan keuangan, tidak mengubah harga, dan tidak membatasi apa pun di kasir. Mengisinya salah tidak merusak data, cukup diisi ulang.
Saya menghapus satu outlet. Targetnya ikut hilang?
Angka target menempel pada outletnya, jadi barisnya hilang bersama outletnya. Untuk cabang yang hanya tutup sementara, lebih baik isi targetnya nol daripada menghapus outletnya, karena menghapus outlet juga membuang riwayat penjualannya dari daftar.
Urutan outletnya berubah-ubah. Kenapa?
Barisnya diurutkan menurut omzet bulan ini, dari yang terbesar. Jadi urutannya memang bergerak sepanjang bulan. Yang tidak berubah warna tiap outlet, supaya kamu tetap mengenali cabang yang sama walau posisinya pindah.
Bisa menetapkan target per kasir atau per produk?
Belum ada. Yang ada sekarang dua tingkat: seluruh toko dan per outlet. Untuk melihat kontribusi per kasir, pakai Riwayat Sesi Kasir; untuk per produk, pakai laporan Produk Terjual. Keduanya tidak memakai angka target.
Tetapkan angkanya sebelum bulan berjalan
Buat akun gratis tujuh hari, catat penjualan beberapa hari, lalu isi target bulanan untuk tiap cabang. Mulai bulan berikutnya kamu punya pembanding, bukan cuma angka.