Laporan nilai produksi: berapa bahan yang jadi barang jadi bulan ini
Dapur yang jalan tiap hari memindahkan uang tanpa ada nota yang dicetak. Terigu, gula, dan mentega berkurang, roti bertambah, dan nilainya pindah dari satu rak ke rak lain. Laporan nilai produksi yang mencatat perpindahan itu: berapa unit yang jadi, dari bahan senilai berapa, pada tanggal berapa.
Untuk pemilik usaha yang produksinya sudah memakai resep dan ingin tahu modal nyata per unitnya, bukan taksiran. Contohnya memakai data karangan: Kedai Kopi Rimbun yang memproduksi roti dan dua jenis adonan.
Tiga tahapnya
- Buka laporannya dan tentukan periodenya 4 langkah
- Baca kolom tabelnya 4 langkah
- Cari satu barang, lalu unduh yang perlu dikirim 4 langkah
Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.
Buka laporannya dan tentukan periodenya
Laporan ini menjawab satu pertanyaan: dalam sebulan ini, berapa nilai bahan yang berubah jadi barang jadi, dan jadi apa saja. Jadi ia bukan laporan penjualan dan bukan laporan stok, melainkan laporan dapurmu.
-
Langkah 1Buka Produksi, lalu Laporan, lalu Nilai Produksi
Halaman ini langsung terbuka dengan rentang bulan kalender yang sedang berjalan, dari tanggal 1 sampai tanggal terakhir bulan ini. Jadi di hari pertama bulan baru isinya hampir kosong, dan itu benar.
- Menu Produksi, Laporan, Nilai Produksi
- Rentang tanggal bawaan
-
Langkah 2Ganti Rentang Tanggal Selesai, maksimal 31 hari
Yang disaring tanggal produksinya, bukan tanggal pesanannya dan bukan tanggal barangnya terjual. Rentang lebih dari 31 hari ditolak dengan pemberitahuan Rentang Tanggal Terlalu Besar, dan laporannya tidak dimuat sampai kamu memperpendeknya. Batas itu ada karena tiap tanggal menambah tiga kolom di tabelnya.
- Rentang Tanggal Selesai
- Pemberitahuan rentang terlalu besar
-
Langkah 3Baca dua kartu di atas tabelnya
Total Unit Diproduksi menjumlah jumlah barang jadi yang keluar dari dapur, apa pun jenisnya. Total Nilai Produksi menjumlah nilai bahan yang terpakai untuk itu. Kartunya menjumlah seluruh hasil pencarianmu, bukan cuma yang tampil di halaman pertama tabel.
- Kartu Total Unit Diproduksi
- Kartu Total Nilai Produksi
-
Langkah 4Ingat laporannya mengikuti outlet yang sedang kamu pilih
Angka di halaman ini hanya produksi di outlet yang aktif, tidak dijumlah seluruh cabang. Untuk toko yang dapurnya di pusat lalu barangnya dikirim ke cabang, pindah ke outlet pusat dulu sebelum membuka laporan ini. Di cabang penerima, hasil kiriman itu tidak muncul di sini karena bukan dia yang memproduksinya.
- Pemilih outlet
Baca kolom tabelnya
Tabelnya lebar dan digulir ke samping, karena tiap tanggal di rentangmu mendapat tiga kolom sendiri. Tiga kolom pertama menempel di sisi kiri waktu kamu menggulir, jadi kamu tidak kehilangan nama barangnya.
-
Langkah 5Kode, Nama, dan Jenis Barang menempel di kiri
Jenis Barang isinya salah satu dari dua: Produk Siap Jual untuk barang yang langsung dijual di kasir, dan Barang Gudang untuk hasil antara yang dipakai resep lain, misalnya saus atau adonan. Satu dapur bisa punya keduanya di laporan yang sama.
- Kolom Kode
- Kolom Nama
- Kolom Jenis Barang
-
Langkah 6Tiap tanggal punya Produksi, HPP, dan Total
Produksi jumlah unit yang selesai hari itu. HPP nilai bahan per unitnya hari itu. Total hasil kali keduanya. Tanda hubung berarti tidak ada produksi barang itu di tanggal tersebut. Kolom HPP bisa berbeda antar tanggal untuk barang yang sama, dan itu justru gunanya: harga bahanmu naik turun, dan di sini kelihatan harinya.
- Sub kolom Produksi
- Sub kolom HPP
- Sub kolom Total
- Tanda hubung untuk tanggal tanpa produksi
-
Langkah 7Total Produksi, Avg HPP, dan Total Nilai di ujung kanan
Total Produksi menjumlah seluruh unit di rentang itu. Total Nilai menjumlah nilai bahannya. Avg HPP hasil bagi keduanya, jadi dia modal rata-rata per unit sepanjang periode, bukan modal terakhir. Angka itu yang berguna untuk menetapkan harga jual, karena satu hari yang bahannya mahal tidak menariknya terlalu jauh.
- Kolom Total Produksi
- Kolom Avg HPP
- Kolom Total Nilai
-
Langkah 8Kolom Stok Awal perlu dibaca hati-hati
Isinya stok barang itu pada sehari sebelum rentangmu dimulai, diambil dari rekaman stok harian yang dibuat tiap malam. Kalau rekaman untuk tanggal itu tidak ada, misalnya karena periodenya lebih tua dari saat tokomu mulai dipakai, kolomnya menampilkan nol. Jadi nol di sini bisa berarti stoknya memang habis, bisa juga berarti tidak ada rekamannya. Kalau angkanya penting untukmu, cocokkan dengan Laporan Riwayat Stok.
- Kolom Stok Awal
Cari satu barang, lalu unduh yang perlu dikirim
Dua pekerjaan terakhir di halaman ini: menyempitkan tabelnya ke satu barang yang sedang kamu urus, dan mengeluarkan angkanya untuk dipakai di luar aplikasi.
-
Langkah 9Isi Cari Hasil Jadi, lalu tekan Tampilkan
Kotak ini mencocokkan nama dan kode resepnya, bukan nama barang yang tampil di kolom Nama. Keduanya sering sama, tapi tidak selalu: resep bernama Adonan Roti Manis yang hasilnya produk Roti Sobek tidak akan ketemu kalau kamu mengetik Roti Sobek. Kalau pencarianmu kosong padahal barangnya ada di tabel, coba nama resepnya.
- Kotak Cari Hasil Jadi
- Tombol Tampilkan
- Tombol Reset
-
Langkah 10Pindah halaman kalau barangmu lebih dari lima belas
Satu halaman memuat lima belas barang. Di bawah tabel tertulis halaman keberapa dari berapa beserta jumlah seluruh barangnya, dengan tombol Sebelumnya dan Selanjutnya. Dua kartu di atas tidak berubah waktu kamu pindah halaman, karena keduanya menjumlah seluruhnya.
- Keterangan halaman
- Tombol Sebelumnya
- Tombol Selanjutnya
-
Langkah 11Tekan Export untuk berkas Excel
Berkasnya memuat seluruh barang di rentang itu, tidak cuma halaman yang sedang kamu lihat, dan ikut membawa pencarian yang sedang aktif. Kepala tabelnya dua baris, sama dengan di layar, dan kolom per tanggalnya bernama Hasil Produksi, Nilai (Avg HPP), dan Total. Nama berkasnya memuat kedua tanggal rentangnya, jadi dua unduhan periode berbeda tidak akan saling menimpa.
- Tombol Export
-
Langkah 12Kalau tabelnya kosong, periksa tiga hal ini
Tulisan Tidak ada data produksi berarti tidak ada satu pun produksi berstatus selesai di outlet itu, pada rentang itu, yang cocok dengan pencarianmu. Periksa ketiganya berurutan: outlet yang aktif, rentang tanggalnya, lalu kosongkan kotak pencarian dengan tombol Reset.
- Pesan Tidak ada data produksi
- Tombol Reset
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya laporan ini dengan laporan stok?
Laporan stok menjawab berapa barang yang ada sekarang dan berapa nilainya. Laporan ini menjawab berapa yang kamu buat dalam satu periode dan berapa nilai bahan yang terpakai untuk itu. Satu melihat posisi, satu melihat kegiatan. Keduanya berbeda angka walau barangnya sama.
Angka Total Nilai Produksi saya nol padahal produksinya ada.
Berarti bahan di resep itu belum punya harga. Nilai produksi dihitung dari jumlah bahan dikali harga bahan pada batch itu, jadi bahan yang masuk gudang tanpa harga beli menghasilkan nilai nol. Masukkan bahannya beserta harganya di Barang Masuk gudang, lalu produksi berikutnya akan punya angkanya.
Kenapa HPP satu barang berbeda antar tanggal?
Karena harga bahan yang terpakai memang berbeda. Nilainya dihitung dari harga bahan pada batch produksi itu, bukan harga hari ini. Terigu yang dibeli lebih mahal minggu ini membuat HPP hari ini lebih tinggi untuk resep yang sama. Perbedaan itu yang justru dicari di laporan ini.
Produksi di dapur pusat yang dikirim ke cabang masuk di mana?
Di outlet yang memproduksinya, yaitu dapur pusat. Cabang penerima tidak melihatnya di laporan ini, karena dia menerima barang jadi, bukan memproduksinya. Yang mencatat perpindahannya laporan barang masuk dan riwayat stok di cabang itu.
Avg HPP boleh langsung saya pakai sebagai modal untuk menghitung harga jual?
Untuk bahannya, boleh. Yang perlu kamu ingat, angka ini hanya menghitung bahan yang tercatat di resep. Upah pekerja dapur, gas, dan listrik tidak termasuk, karena ketiganya tidak dicatat per batch. Jadi modal sebenarnya per unit lebih tinggi dari angka di kolom itu.
Kenapa rentangnya dibatasi 31 hari?
Karena tiap tanggal menambah tiga kolom di tabelnya. Rentang tiga bulan akan membuat tabelnya hampir tiga ratus kolom, dan tidak ada layar yang bisa membacanya. Untuk membandingkan beberapa bulan, unduh tiap bulan sebagai berkas terpisah lalu gabungkan di Excel.
Barang Gudang di kolom Jenis Barang itu apa?
Hasil produksi yang bukan barang jualan, melainkan bahan untuk resep berikutnya: adonan, saus, kaldu, sirup. Dia masuk ke stok gudang, bukan ke stok produk di kasir. Resep yang menghasilkan barang seperti itu tetap dihitung di laporan ini, karena bahannya tetap terpakai.
Apakah barang yang sudah terjual dikeluarkan dari laporan ini?
Tidak. Laporan ini mencatat apa yang diproduksi pada periode itu dan tidak peduli barangnya sudah terjual atau masih di rak. Penjualannya dibaca di laporan penjualan. Kalau kamu menjumlah keduanya sebagai satu angka, hasilnya akan salah.
Isi harga bahannya, laporannya mengikuti
Buat akun gratis tujuh hari, masukkan bahan ke gudang beserta harga belinya, buat resepnya, lalu jalankan satu produksi. Angka di laporan ini terbentuk dari batch itu sendiri, tanpa perlu kamu menghitung apa pun.