Portal pelanggan: riwayat belanja yang bisa dibuka pelanggan sendiri
Pertanyaan yang paling sering masuk ke chat toko bukan tentang harga, melainkan tentang masa lalu: kapan terakhir saya beli yang ini, kemarin saya belanja berapa, nota saya hilang. Semua jawabannya sudah ada di datamu, dan setiap kali ada orang yang harus berhenti melayani untuk mencarinya.
Untuk toko yang punya pelanggan tetap dan mencatat namanya di kasir. Portal pelanggan memberi mereka halaman sendiri untuk melihat riwayat belanjanya, tanpa kata sandi dan tanpa aplikasi yang harus dipasang. Contohnya memakai data karangan: Kedai Kopi Rimbun.
Tiga tahapnya
- Siapkan dua hal sebelum membagikan alamatnya 2 langkah
- Cara pelanggan masuk ke portalnya 2 langkah
- Empat halaman yang dilihat pelanggan 2 langkah
Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.
Siapkan dua hal sebelum membagikan alamatnya
Portal pelanggan tidak punya halaman pendaftaran. Yang bisa masuk hanya nomor yang sudah ada di daftar pelanggan tokomu, dan kodenya dikirim lewat WhatsApp tokomu sendiri.
-
Langkah 1Pastikan nomor WhatsApp pelanggannya sudah tercatat
Buka Pelanggan, lalu periksa nomor teleponnya. Pencocokan waktu masuk dilakukan atas nomor itu, jadi pelanggan yang nomornya belum pernah dicatat akan ditolak dengan pesan nomor telepon tidak ditemukan. Nomor boleh ditulis mulai 08 atau 62; aplikasinya menyamakan keduanya sebelum mencari.
- Menu Pelanggan
- Kolom nomor telepon
- Tombol tambah pelanggan
-
Langkah 2Sambungkan nomor WhatsApp tokomu
Kode masuk dikirim dari nomor WhatsApp toko yang tersambung di menu WhatsApp, bukan dari nomor Finensia. Selama belum ada nomor yang tersambung, tombol kirim kode di portal tidak menghasilkan pesan apa pun di HP pelanggan. Cara menyambungkannya sama dengan yang dipakai untuk mengirim struk.
- Menu WhatsApp
- Status nomor toko
- Tombol sambungkan
Cara pelanggan masuk ke portalnya
Tidak ada kata sandi yang harus diingat. Pelanggan mengetik nomornya, menerima enam angka lewat WhatsApp, lalu mengetikkannya kembali.
-
Langkah 3Pelanggan membuka alamat portal dan mengisi nomornya
Alamat portalnya memuat kode merchant tokomu, dan paling praktis kamu bagikan lewat chat atau kamu tempel sebagai kode QR di meja kasir. Pelanggan mengisi nomor WhatsApp-nya, lalu menekan tombol kirim kode.
- Kotak nomor WhatsApp
- Tombol kirim kode
- Nama toko di kepala halaman
-
Langkah 4Enam angka dari WhatsApp, berlaku lima menit
Pesannya datang atas nama tokomu, berisi enam angka dan peringatan supaya kodenya tidak diberikan ke siapa pun. Kodenya berlaku lima menit; kalau lewat, pelanggan tinggal meminta kode baru dari halaman yang sama. Kode yang salah ditolak tanpa mengunci apa pun.
- Kotak enam angka
- Tombol minta kode baru
- Pesan kode kedaluwarsa
Empat halaman yang dilihat pelanggan
Setelah masuk, pelanggan punya menu berisi empat halaman. Semuanya hanya membaca: tidak ada yang bisa dia ubah selain data dirinya sendiri.
-
Langkah 5Ringkasan: berapa kali belanja dan apa yang paling sering dibeli
Halaman pertama memuat jumlah transaksi, total belanja, dan rata-rata per nota, ditambah lima produk yang paling sering dia beli beserta jumlahnya. Di bawahnya sepuluh transaksi terakhir dengan outlet, metode pembayaran, dan isi notanya. Pre-order yang belum selesai tidak ikut dihitung di angka-angka ini.
- Jumlah transaksi
- Total belanja
- Rata-rata per nota
- Lima produk favorit
- Transaksi terakhir
-
Langkah 6Riwayat, referral, dan profil
Halaman Transaksi memuat riwayat lengkapnya, sepuluh nota tiap kali muat. Halaman Referral memuat kode ajakan miliknya beserta daftar orang yang bergabung memakai kode itu. Halaman Profil boleh dia ubah sendiri: nama, sapaan, tanggal lahir, surel, dan alamat sampai tingkat kelurahan.
- Menu Transaksi
- Menu Referral
- Kode referral
- Menu Profil
- Tombol keluar
Pertanyaan yang sering muncul
Pelanggan saya bilang kodenya tidak pernah sampai.
Periksa dua hal berurutan. Pertama, status nomor WhatsApp tokomu di menu WhatsApp: kalau terputus, tidak ada pesan yang keluar sama sekali. Kedua, nomor pelanggan yang tersimpan di data: kode dikirim ke nomor yang tercatat di daftar pelanggan, bukan ke nomor yang dia ketik, dan keduanya bisa berbeda kalau dia punya dua nomor.
Pelanggan baru bisa mendaftar sendiri lewat portal?
Tidak. Portal ini tidak punya halaman pendaftaran, dan itu disengaja. Yang mendaftarkan pelanggan tetap tokomu, dari menu Pelanggan atau langsung dari layar kasir waktu dia belanja. Kalau siapa pun boleh mendaftar sendiri, daftar pelangganmu akan penuh nomor yang tidak pernah belanja.
Kodenya kedaluwarsa terus padahal pelanggan saya cepat mengetiknya.
Batas lima menit dihitung sejak kode dibuat, bukan sejak pesannya terbaca. Kalau WhatsApp toko sedang antre mengirim banyak pesan, pesannya bisa sampai beberapa menit kemudian dan sisa waktunya tinggal sedikit. Minta kode baru, dan kalau sering terjadi, periksa antrean pengiriman WhatsApp tokomu.
Bisakah pelanggan memesan barang dari portal ini?
Tidak. Portal pelanggan hanya memperlihatkan riwayat belanja dan data dirinya. Yang dipakai untuk memesan adalah toko online, halaman yang berbeda dengan alamat yang berbeda. Keduanya boleh kamu nyalakan bersamaan, dan pelanggan yang sama memakai keduanya untuk urusan yang berbeda.
Dari mana pelanggan mendapat kode referral, dan apa gunanya?
Kode referral dibuat untuk tiap pelanggan dan tampil di halaman Referral miliknya. Gunanya untuk ditulis waktu kamu mendaftarkan member baru: di formulir keanggotaan ada kotak Kode Referral (opsional), dan kode yang kamu isi di situ yang menghubungkan member baru itu ke yang mengajaknya. Hadiah atau potongannya kamu atur sendiri di luar aplikasi; yang dihitung aplikasi hanya siapa mengajak siapa beserta total belanjanya.
Apakah pelanggan bisa melihat berapa untung saya dari dia?
Tidak. Yang tampil hanya angka yang sudah dia ketahui dari struknya sendiri: apa yang dia beli, berapa yang dia bayar, dan di outlet mana. Modal, HPP, dan margin tidak pernah ikut keluar ke portal.
Pelanggan sudah keluar dari portal, apakah kodenya masih berlaku?
Tidak. Kode hangus begitu dipakai masuk, jadi satu kode untuk satu kali masuk. Setelah menekan keluar, pelanggan perlu meminta kode baru. Ini yang membuat portal tetap aman dipakai di HP yang kadang dipinjam orang lain.
Kenapa total belanja di portal berbeda dengan catatan saya?
Dua sebab yang paling sering. Pertama, pre-order yang belum selesai memang sengaja tidak dihitung sampai pesanannya rampung. Kedua, belanja yang dicatat tanpa memilih nama pelanggan di kasir tidak akan pernah muncul di portalnya. Yang kedua ini hanya bisa dicegah sejak di kasir, bukan diperbaiki belakangan.
Coba dulu dengan nomormu sendiri
Buat akun gratis tujuh hari, daftarkan nomormu sendiri sebagai pelanggan, lalu masuk ke portalnya. Lima menit itu cukup untuk tahu apakah halaman ini layak kamu bagikan ke pelanggan tetapmu.