Lewati ke isi halaman
Finensia POS

Barcode produk: buat kodenya, cetak labelnya, pindai di kasir

Kasir yang memindai barang jauh lebih cepat daripada kasir yang mengetik nama produk, dan antrean sore hari yang membuktikannya. Yang dibutuhkan dua hal: tiap barang punya kode yang tersimpan di aplikasi, dan barang yang kodenya tidak ada di kemasan punya label buatanmu sendiri.

Untuk pemilik toko yang baru mulai memakai scanner, atau yang sudah punya scanner tapi masih berjualan dengan cara mencari nama produk. Contohnya memakai data karangan: Toko Beras Sejahtera yang menjual beras literan tanpa kode kemasan.

Tiga tahapnya

  1. Simpan barcodenya di produk 3 langkah
  2. Cetak labelnya 3 langkah
  3. Pindai di kasir 3 langkah

Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.

Tahap 1 dari 3

Simpan barcodenya di produk

Barcode disimpan di produknya, bukan di kolom SKU. Satu produk boleh punya beberapa kode sekaligus, misalnya kode pabrik di kemasan ditambah kode buatan sendiri yang kamu tempel di rak.

  1. Langkah 1Buka produknya, lalu cari bagian Barcode

    Bagian Barcode ada di form produk, di atas nama produk. Taruh kursor di kolomnya, pindai kemasan dengan scanner, dan kodenya masuk sendiri. Kalau kamu mengetiknya, tekan Enter supaya tersimpan jadi satu baris.

    1. Kolom barcode: Pindai kemasan atau ketik, lalu Enter
    2. Tombol kamera untuk memindai tanpa scanner
    3. Tombol Buat barcode
  2. Langkah 2Barang tanpa kode di kemasan: tekan Buat barcode

    Beras literan, gorengan, dan barang curah tidak punya kode pabrik. Tombol Buat barcode membuatkan satu kode EAN-13 yang berawalan 20, nomornya urut dan tidak pernah sama dengan produkmu yang lain. Kode itu diberi tanda Internal, kode dari kemasan diberi tanda Pabrik.

    1. Kode yang baru dibuat beserta tanda Internal
    2. Kode dari kemasan beserta tanda Pabrik
    3. Tombol hapus per baris
  3. Langkah 3Tentukan kode mana yang dicetak di label

    Bulatan di depan tiap kode menandai barcode utama, dan itu satu-satunya yang ikut tercetak di label. Kode lainnya tetap bisa dipindai di kasir, jadi kemasan lama dan label buatanmu sendiri sama-sama jalan. Simpan produknya seperti biasa.

    1. Bulatan barcode utama
    2. Kode lain yang tetap bisa dipindai
    3. Tombol Simpan
Tahap 2 dari 3

Cetak labelnya

Halaman cetak label bisa dibuka dari tiga tempat, dan ketiganya berhenti di halaman yang sama. Yang membedakan hanya produk apa yang sudah terpilih begitu halamannya terbuka.

  1. Langkah 4Buka halaman cetak label dari tempat yang paling dekat

    Dari daftar produk kamu bisa mencentang beberapa produk sekaligus. Dari form produk ada tombol Cetak label di kanan atas, muncul kalau produk itu sudah punya barcode. Dan sesudah kamu menyimpan Produk Masuk, tombolnya menawarkan label sebanyak barang yang baru datang, jadi satu label per barang tanpa menghitung lagi.

    1. Centang produk di daftar produk
    2. Tombol Cetak label di form produk
    3. Tawaran cetak label sesudah Produk Masuk tersimpan
  2. Langkah 5Pilih ukuran labelnya

    Ada tiga pilihan di Ukuran label: Stiker 33 x 15 mm dua kolom dan Stiker 50 x 30 mm untuk printer label termal, serta Lembar A4 berisi 65 label untuk printer kantor biasa. Pilih yang sama dengan stiker yang kamu punya, karena ukuran kertasnya ikut diatur dari sini.

    1. Stiker 33 x 15 mm, 2 kolom
    2. Stiker 50 x 30 mm
    3. Lembar A4, 65 label
  3. Langkah 6Atur jumlah labelnya, lihat pratinjau, lalu cetak

    Tiap produk punya kotak jumlah sendiri, dan Tambah produk di sebelah pencarian menambah baris baru. Saklar Tampilkan harga bawaannya mati. Pratinjau di bawah memperlihatkan hasilnya persis, termasuk garis potong stikernya, dan tombol cetaknya menyebut berapa label yang akan keluar.

    1. Kotak jumlah label per produk
    2. Saklar Tampilkan harga
    3. Pratinjau label
    4. Tombol cetak beserta jumlah labelnya
Tahap 3 dari 3

Pindai di kasir

Kasir tidak punya kolom khusus barcode. Yang dipakai kolom pencarian yang sama, dan aplikasinya yang membedakan mana hasil pindai dan mana orang yang sedang mengetik nama produk.

  1. Langkah 7Dengan scanner: arahkan, bunyi, masuk keranjang

    Kolomnya bertuliskan Scan barcode atau ketik nama / SKU. Scanner mengirim kodenya seperti orang mengetik sangat cepat, dan itu yang dipakai aplikasi untuk mengenali pindaian, jadi scanner yang tidak diatur mengirim Enter tetap jalan. Begitu barangnya masuk keranjang, kolomnya dikosongkan dan ada bunyi pendek, sehingga kamu bisa langsung memindai barang berikutnya.

    1. Kolom Scan barcode atau ketik nama / SKU
    2. Barang yang baru masuk keranjang
    3. Tombol kamera di samping kolom
  2. Langkah 8Tanpa scanner: pakai kamera HP

    Tombol kamera di samping kolom pencarian membuka pemindai. Kamera belakang utama yang dipakai, bukan lensa lebar yang biasanya tidak bisa fokus dekat, dan kamu bisa mengetuk layar untuk memfokuskan. Barcode yang terbaca ditandai kotak putus-putus merah, jadi kamu tahu barang mana yang tadi masuk.

    1. Bingkai panduan di tengah layar
    2. Kotak putus-putus merah di barcode yang terbaca
    3. Tombol ganti kamera, zoom, dan senter kalau perangkatnya mendukung
  3. Langkah 9Kalau kodenya belum terdaftar

    Kasir mencari persis ke barcode dulu, lalu ke SKU, baru ke hasil pencarian nama yang tinggal satu. Kalau ketiganya tidak ketemu, muncul pesan bahwa kodenya tidak ditemukan beserta bunyi rendah yang beda dari bunyi berhasil. Artinya kemasan itu belum kamu daftarkan, bukan pindaiannya gagal.

    1. Pesan kode tidak ditemukan
    2. Kolom pencarian yang isinya tetap, siap kamu hapus atau cari manual

Pertanyaan yang sering muncul

Satu produk saya punya dua kemasan dengan barcode berbeda. Harus dibuat dua produk?

Tidak. Tambahkan kedua kodenya di produk yang sama, keduanya bisa dipindai di kasir. Yang perlu kamu pilih cuma satu: kode mana yang dicetak di label, lewat bulatan di depan kodenya.

Barcode yang saya masukkan ditolak karena sudah dipakai produk lain.

Barcode harus unik di dalam tokomu, karena kasir memakai kode itu untuk menentukan barang mana yang masuk keranjang. Cari produk yang memakainya lewat pencarian, lalu hapus kodenya dari produk yang salah. Kode yang sama di toko orang lain tidak jadi masalah, pemeriksaannya hanya di dalam tokomu.

Saya belum punya printer label. Bisa mulai sekarang?

Bisa. Pilih Lembar A4, 65 label, cetak di printer kantor biasa dengan kertas stiker A4, lalu potong. Printer label termal memang lebih cepat untuk harian, tapi bukan syarat untuk mulai.

Kenapa kode internal berawalan 20?

Angka 20 adalah awalan yang disediakan untuk kode buatan toko sendiri, jadi ia tidak akan bertabrakan dengan kode pabrik mana pun. Awalan 21 sampai 29 sengaja tidak dipakai karena di banyak tempat dipakai timbangan untuk kode yang isinya berat atau harga.

Barcode timbangan yang isinya berat barang terbaca tidak?

Belum. Kode dari timbangan menyimpan berat atau harga di dalam angkanya, dan aplikasinya belum membaca bagian itu. Yang terbaca cuma kodenya sebagai kode biasa, jadi untuk barang timbang pakai produk dengan harga per satuan dulu.

Pindaian saya masuk ke kolom pencarian tapi barangnya tidak masuk keranjang.

Biasanya karena kodenya belum terdaftar di produk mana pun, dan hasil pencarian namanya lebih dari satu sehingga aplikasinya tidak menebak. Periksa kodenya di form produk: salin angka yang terbaca di kolom pencarian, cari produknya, lalu simpan kode itu di sana.

Label yang sudah tertempel perlu diganti kalau harga naik?

Kalau kamu tidak mencetak harga, tidak perlu: kode barangnya tidak berubah dan harga diambil kasir dari data produk. Itu sebabnya mencetak harga di label sebaiknya dipikirkan dulu, bukan dinyalakan karena kelihatan lebih rapi.

Karyawan saya perlu izin tambahan untuk mencetak label?

Tidak ada izin baru untuk ini. Siapa pun yang perannya boleh mengelola produk juga bisa membuat barcode dan mencetak labelnya, karena keduanya bagian dari mengurus data produk.

Coba dulu dengan satu rak

Buat akun gratis tujuh hari, daftarkan barcode satu rak dulu, lalu lihat berapa cepat kasirnya. Scanner murah yang menancap ke USB sudah cukup untuk mencobanya.