Lewati ke isi halaman
Finensia POS

Tagih pajak ke pelanggan: nyalakan PPN atau PB1 di kasir

Restoran dan kafe yang wajib memungut PB1, dan usaha yang sudah dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak, perlu pajaknya muncul di struk dan tercatat terpisah di pembukuan. Halaman ini menerangkan cara menyalakannya, dan satu pilihan yang paling sering salah: harga di menumu sudah termasuk pajak atau belum.

Untuk pemilik yang mengatur sendiri kasirnya. Contohnya memakai data karangan: warung makan dengan PB1 10 persen.

Tiga tahapnya

  1. Nyalakan pajaknya di Pengaturan Kasir 2 langkah
  2. Tentukan harga di menumu sudah termasuk pajak atau belum 3 langkah
  3. Periksa hasilnya di kasir dan di pembukuan 3 langkah

Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.

Tahap 1 dari 3

Nyalakan pajaknya di Pengaturan Kasir

Pajak mati secara bawaan dan memang disengaja: tidak semua usaha menagih pajak ke pelanggan, dan menyalakannya diam-diam berarti mengubah total yang dibayar pelanggan tanpa diminta. Jadi langkah pertamanya kamu sendiri yang menyalakan.

  1. Langkah 1Buka Pengaturan Kasir, cari kartu Pajak Penjualan

    Di halaman Pengaturan Kasir, gulir sampai kartu berjudul Pajak Penjualan. Nyalakan saklar Tagih pajak ke pelanggan. Kolom lainnya baru muncul sesudah saklar itu menyala, jadi kalau kamu tidak melihat kolom persentase, saklarnya belum hidup.

    1. Kartu Pajak Penjualan
    2. Saklar Tagih pajak ke pelanggan
  2. Langkah 2Isi nama pajaknya dan persennya

    Nama pajak adalah tulisan yang benar-benar tercetak di struk, jadi isi sesuai yang kamu pungut: PPN untuk Pajak Pertambahan Nilai, atau PB1 untuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu yang dipungut restoran dan kafe. Persentase menerima angka 0 sampai 100 dan boleh berkoma, misalnya 11 atau 10.

    1. Nama pajak
    2. Persentase
Tahap 2 dari 3

Tentukan harga di menumu sudah termasuk pajak atau belum

Ini pilihan yang paling menentukan, karena ia mengubah angka yang dibayar pelanggan. Dua pilihannya ada di bawah pertanyaan Harga produk sudah termasuk pajak?

  1. Langkah 3Belum termasuk: pajak ditambahkan di atas harga

    Pilih Belum termasuk kalau harga di menumu belum mengandung pajak. Ayam geprek Rp 20.000 dengan PB1 10 persen membuat pelanggan membayar Rp 22.000. Totalnya naik, dan baris pajaknya muncul tersendiri di struk.

    1. Pilihan Belum termasuk
  2. Langkah 4Sudah termasuk: total tidak berubah, pajaknya cuma dirinci

    Pilih Sudah termasuk kalau harga di menumu sudah mengandung pajak. Pelanggan tetap membayar Rp 20.000, dan struk hanya merinci berapa dari Rp 20.000 itu yang bagian pajak. Ini yang dibutuhkan kalau kamu sudah lama memasang harga bulat dan tidak mau menaikkannya.

    1. Pilihan Sudah termasuk
  3. Langkah 5Baca kotak Contoh perhitungan, lalu Simpan Perubahan

    Di bawah kedua pilihan ada kotak Contoh perhitungan yang langsung memperagakan hitungannya dengan nama dan persen yang baru kamu isi. Cocokkan baris Dibayar pelanggan dengan yang kamu harapkan, baru tekan Simpan Perubahan di bawah halaman.

    1. Baris belanja
    2. Baris nama pajak dan persennya
    3. Baris Dibayar pelanggan
    4. Tombol Simpan Perubahan
Tahap 3 dari 3

Periksa hasilnya di kasir dan di pembukuan

Pengaturan yang tersimpan belum berarti struknya sudah benar. Satu transaksi percobaan menjawabnya dalam satu menit.

  1. Langkah 6Jual satu barang, lihat baris pajaknya di struk

    Masukkan satu produk di kasir lalu bayar. Di rincian pembayaran dan di struk muncul satu baris berisi nama pajak, persennya, dan nominalnya. Dasar hitungnya belanja setelah diskon, dan ongkos kirim tidak ikut dikenai pajak karena uang itu diteruskan ke kurir, bukan pendapatanmu.

    1. Subtotal setelah diskon
    2. Baris nama pajak dan persennya
    3. Total yang dibayar pelanggan
  2. Langkah 7Pajaknya tercatat sebagai utang, bukan pendapatan

    Saat kamu menyimpan pengaturan tadi, akun Utang Pajak Penjualan dibuat otomatis. Tiap penjualan memasukkan nilai pajaknya ke akun itu dan mengurangi nilai penjualan sebesar pajak. Uang pajak memang bukan uangmu; kamu menampungnya sampai disetor, jadi ia duduk di utang, bukan di pendapatan.

    1. Akun Utang Pajak Penjualan
    2. Saldo yang menumpuk dari penjualan
  3. Langkah 8Kalau kamu mencatat setoran pajak sendiri, matikan pemisahannya

    Di Pengaturan Keuangan ada bagian Pajak Penjualan pada otomatisasi penjualan kasir. Saat aktif, pajak dipisah ke akun utang seperti di atas, dan akunnya boleh kamu ganti lewat kolom Akun Pajak Penjualan. Kalau dimatikan, penjualan dijurnal sebesar total termasuk pajak, jadi pendapatanmu kelebihan sebesar pajaknya sampai kamu membuat jurnal pemisahnya sendiri.

    1. Saklar Pajak Penjualan
    2. Kolom Akun Pajak Penjualan

Pertanyaan yang sering muncul

Saya sudah menyalakan pajak, tapi total di kasir tidak berubah.

Kemungkinan besar pilihanmu Sudah termasuk. Pada mode itu total memang tidak berubah: harga di menumu dianggap sudah mengandung pajak, dan struk hanya merinci bagian pajaknya. Kalau kamu ingin pelanggan membayar lebih besar dari harga yang tertera, pilih Belum termasuk.

Pajaknya dihitung dari harga sebelum atau sesudah diskon?

Sesudah diskon. Diskon mengurangi nilai penjualanmu, jadi pajak yang terutang juga ikut berkurang. Ongkos kirim dikecualikan: ia tidak dikenai pajak karena biasanya hanya diteruskan ke kurir.

Kenapa pajak di struk tidak persis 11 persen dari totalnya?

Kalau kamu memilih Sudah termasuk, pajaknya memang bukan 11 persen dari harga jual, melainkan sekitar 9,91 persen dari harga jual, karena pajaknya sudah ada di dalam harga. Hitungannya harga dikurangi harga dibagi 1,11. Pada mode Belum termasuk, pajaknya tepat 11 persen dari belanja setelah diskon.

Apa bedanya PPN dan PB1 di aplikasi ini?

Tidak ada bedanya secara teknis: keduanya cuma nama dan persen yang kamu isi sendiri, lalu dicetak apa adanya di struk. Bedanya di luar aplikasi. PPN dipungut atas penyerahan barang dan jasa dan disetor ke pemerintah pusat, sedangkan PB1 dipungut restoran dan kafe serta disetor ke pemerintah daerah. Yang menentukan mana yang berlaku untuk usahamu adalah kantor pajak setempat.

Bisa dua pajak sekaligus, misalnya PB1 ditambah service charge?

Belum bisa. Yang ada satu pajak dengan satu persen. Service charge juga belum ada di aplikasi ini, dan urutannya memang perlu diputuskan lebih dulu, karena di banyak restoran service charge dihitung dulu lalu pajaknya dikenakan atas nilai sesudahnya. Selama belum ada, satu-satunya jalan adalah memasukkannya ke dalam harga produk.

Pajaknya berlaku juga untuk pesanan dari toko online saya?

Ya, pesanan toko online mengikuti pengaturan pajak yang sama. Tidak ada pengaturan pajak terpisah untuk kanal online. Satu hal yang perlu diingat: nominal QRIS pesanan online sudah final termasuk pajak begitu QR terbit, dan tidak bisa diubah sesudah itu.

Saya mengubah persennya. Struk kemarin ikut berubah?

Tidak. Nama pajak, persen, dan nominalnya disimpan di tiap transaksi saat transaksi itu dibuat. Nota lama tetap memuat angka yang benar-benar dibayar pelanggan hari itu.

Laporan laba rugi saya terlihat lebih kecil sesudah pajak dinyalakan. Normal?

Normal, selama pemisahan pajaknya aktif. Nilai pajak dipindahkan dari penjualan ke akun Utang Pajak Penjualan, jadi pendapatanmu memang berkurang sebesar pajak yang kamu pungut. Uang itu tetap ada di kas, tapi ia utang yang menunggu disetor, bukan laba.

Satu kali diatur, pajaknya ikut tiap nota

Buat akun gratis tujuh hari, nyalakan pajaknya, lalu jual satu barang dan periksa strukmu sendiri sebelum memakainya di jam ramai.