Tambah outlet kedua dan atur produk tiap cabang
Cabang kedua mengubah beberapa hal sekaligus: stok dihitung terpisah, harga boleh berbeda, karyawan diberi akses per cabang, dan laporan mengikuti cabang yang sedang kamu pilih. Yang juga berubah tagihannya, karena langganan dihitung per outlet.
Untuk pemilik yang sedang membuka cabang kedua. Contohnya memakai data karangan: Kedai Kopi Rimbun yang menambah cabang Rimbun Seturan dengan kode STR.
Tiga tahapnya
- Isi data outlet barunya 4 langkah
- Bayar tagihannya, outletnya menyusul 2 langkah
- Tentukan produk dan harganya per cabang 3 langkah
Ada yang masih membingungkan? Lihat pertanyaan yang sering muncul di bagian akhir.
Isi data outlet barunya
Outlet bukan cuma nama cabang. Ia yang memisahkan stok, harga, karyawan, laporan, dan zona waktu, jadi data yang kamu isi di sini ikut menentukan hasil laporan nanti.
-
Langkah 1Buka Outlet, lalu Tambah Outlet
Halaman Outlet memuat satu kartu per cabang, masing-masing dengan kode, alamat, dan tautan masuk karyawan yang bisa kamu salin. Tombol Tambah Outlet di kanan atas membuka formnya.
- Tombol Tambah Outlet
- Kode outlet di kartu
- Tautan masuk karyawan beserta tombol salinnya
-
Langkah 2Isi Kode Outlet dan Nama Outlet
Kode Outlet adalah yang diketik karyawan waktu masuk, jadi pilih yang pendek dan mudah disebut lewat telepon, misalnya KLR. Nama Outlet yang tampil di laporan dan di struk. Alamat beserta provinsi sampai kelurahan boleh dikosongkan, tapi ia dipakai di toko online dan di laporan per wilayah.
- Kode Outlet, wajib
- Nama Outlet, wajib
- Alamat dan wilayah
-
Langkah 3Tandai titiknya di peta dan pilih zona waktunya
Titik di peta dipakai untuk dua hal: memeriksa jarak saat karyawan absen, bersama Radius Absen dalam meter, dan mengurutkan outlet terdekat di toko online. Zona Waktu penting kalau cabangmu beda pulau: laporan harian outlet mengikuti zona waktunya sendiri, jadi penjualan tanggal 1 di Makassar tetap masuk tanggal 1.
- Peta dan penandanya
- Latitude dan Longitude
- Radius Absen dalam meter
- Zona Waktu
-
Langkah 4Pilih modul yang dipakai cabang ini
Bawaannya Aktifkan Semua Modul. Matikan centang itu kalau cabang ini memang tidak memakai sebagian, misalnya dapur produksi yang tidak melayani pembeli. Modul yang mati menghilangkan menunya di cabang itu. Di bawah peta ada saklar Toko Online: matikan untuk gudang, dapur, dan kantor, karena pelanggan tidak mengambil pesanan di sana.
- Aktifkan Semua Modul (Default)
- Daftar modul kalau centangnya dimatikan
- Saklar Toko Online
Bayar tagihannya, outletnya menyusul
Outlet pertama ikut masa coba akunmu. Outlet kedua dan seterusnya dibayar lebih dulu, dan ini bagian yang paling sering mengejutkan orang: menekan Simpan tidak langsung membuat outletnya.
-
Langkah 5Halaman tagihan terbuka setelah kamu menyimpan
Yang tersimpan lebih dulu tagihannya, bukan outletnya, dan data yang kamu isi ikut menempel di tagihan itu. Nominalnya Rp150.000 untuk satu outlet, nomornya berawalan OUT-INV, dan batas waktunya 24 jam. Outletnya baru benar-benar dibuat setelah pembayarannya tercatat lunas.
- Nomor tagihan
- Rincian: Outlet Baru beserta namanya
- Nominal tagihan
- Batas waktu pembayaran
-
Langkah 6Setelah lunas, kartunya muncul di halaman Outlet
Buka lagi menu Outlet. Kartu cabang baru muncul lengkap dengan kode dan tautan masuk karyawannya. Kalau kamu sudah membayar tapi kartunya belum ada, muat ulang halamannya dulu: pembayaran dicatat lewat pemberitahuan dari penyedia pembayaran, bukan dari halaman yang kamu buka.
- Kartu outlet baru
- Tautan masuk karyawan untuk cabang ini
Tentukan produk dan harganya per cabang
Produk itu milik tokomu, bukan milik satu outlet. Yang diatur per outlet produk mana yang ditampilkan di kasirnya, harganya, dan stoknya.
-
Langkah 7Di kartu outlet, tekan tombol Atur Produk
Halamannya dua kolom: Produk Tersedia di kiri, yaitu produk yang belum ditampilkan di outlet ini, dan Produk Outlet di kanan. Di tengahnya ada Pindahkan Terpilih, Pindahkan Semua, Hapus Terpilih, dan Hapus Semua. Masing-masing kolom punya kotak pencarian sendiri.
- Produk Tersedia beserta jumlahnya
- Pindahkan Terpilih dan Pindahkan Semua
- Hapus Terpilih dan Hapus Semua
- Produk Outlet beserta jumlahnya
-
Langkah 8Beri harga berbeda kalau cabangnya memang berbeda
Di form produk, di bawah Harga Jual, ada bagian Harga per Outlet berisi satu kotak per cabang. Yang kamu kosongkan memakai harga jual utama, jadi isi hanya cabang yang harganya memang beda. Di bagian Tampilkan di Outlet kamu juga bisa membatasi produk itu hanya ke cabang tertentu lewat saklar Pilih Outlet Tertentu.
- Harga Jual utama
- Harga per Outlet, satu kotak per cabang
- Keterangan: kosongkan untuk memakai harga jual utama
-
Langkah 9Berpindah cabang lewat pengalih outlet
Sebagai pemilik, kamu melihat satu cabang pada satu waktu. Pengalih outlet di bagian atas memuat daftar cabang beserta pencariannya, dan hampir semua halaman mengikuti pilihan itu: kasir, stok, dan laporan penjualan. Kalau sebuah angka terasa kurang, itu yang pertama diperiksa.
- Pengalih outlet
- Kotak Cari outlet
- Cabang yang sedang aktif
Pertanyaan yang sering muncul
Saya sudah menekan Simpan, tapi outletnya tidak ada di daftar.
Berarti tagihannya belum lunas. Outlet kedua dan seterusnya dibuat setelah pembayaran tercatat, dan sebelum itu data yang kamu isi menunggu di tagihan. Buka Billing untuk menemukan tagihan yang berawalan OUT-INV, lalu selesaikan pembayarannya. Kalau sudah lewat 24 jam, buat ulang outletnya dari awal.
Karyawan saya harus didaftarkan ulang untuk cabang baru?
Tidak. Buka data karyawannya, lalu centang outlet baru di Akses Outlet. Dia masuk dengan nomor induk dan PIN yang sama, dan yang membedakan cuma Kode Outlet yang dia ketik.
Kenapa stok produk di cabang baru nol padahal produknya sudah dipindahkan?
Karena stok disimpan per outlet. Memindahkan produk ke outlet hanya menentukan produk itu muncul di kasirnya. Jumlah barangnya diisi lewat Produk Masuk di cabang itu, atau dikirim dari cabang lain lewat Produk Keluar dengan tujuan outlet tersebut.
Laporan penjualan saya kok cuma satu cabang?
Memang begitu. Hampir semua halaman mengikuti outlet yang sedang terpilih di pengalih outlet, termasuk laporan penjualan dan produk terjual. Untuk membandingkan dua cabang, berganti outlet lalu unduh masing-masing, atau pakai laporan di menu Keuangan yang cakupannya seluruh toko.
Zona waktu per outlet itu untuk apa?
Supaya laporan harian tiap cabang memakai hari menurut jamnya sendiri. Tanpa itu, penjualan pukul sembilan pagi di Jayapura bisa terhitung di tanggal sebelumnya. Kalau dikosongkan, outletnya mengikuti zona waktu toko.
Satu cabang saya cuma dapur, tidak ada pembeli datang. Perlu dibuat sebagai outlet?
Perlu, kalau kamu mau stok bahan dan produksinya tercatat terpisah. Matikan saklar Toko Online supaya pelanggan tidak memilih tempat itu untuk mengambil pesanan, dan matikan modul yang memang tidak dipakai di sana.
Outlet yang sudah tutup, dihapus atau dibiarkan?
Hapus, karena langganan dihitung per outlet dan outlet yang dibiarkan tetap menagih. Laporan lama tetap menyebut nama outlet itu di notanya, jadi riwayat penjualanmu tidak hilang.
Harga di cabang mal lebih tinggi. Harus dibuat produk terpisah?
Tidak. Pakai Harga per Outlet di form produk: satu produk, satu harga per cabang. Produk kembar justru membuat laporan produk terjual pecah jadi dua baris untuk barang yang sama.
Mulai dari satu outlet dulu
Buat akun untuk satu outlet, gratis tujuh hari. Cabang berikutnya bisa ditambah kapan pun, dan dihitung Rp150.000 per outlet per bulan.